Ceritanya begini, mulanya kami membuat sebuah komunitas di Desa Cintakarya dengan nama Komunitas Belajar Sabalad. Komunitas ini menjadi wadah belajar bersama para pemuda dan masyarakat. Saking seriusnya belajar, kami membuka taman bacaan masyarakat pertama di Kabupaten Pangandaran. Tak hanya itu, berbagai kegiatan juga dilakoni, seperti kemping, gerakan konservasi, pertanian, kegiatan kesenian terutama teater dan sandiwara, musik, film dan kegiatan keagamaan biar kami semakin baik.

Saking seriusnya lagi, kami pernah menerima penghargaan sebagai Organisasi Kepemudaan kategori lingkungan hidup tinggak provinsi Jawa Barat pada 28 Oktober 2015. Bahkan gilanya lagi, menyabet penghargaan Organisasi Kepemudaan berbasis Komunitas terbaik tingkat nasional pada Desember 2015. Begitulah, dan kami tetap tidak sombong.

Lalu para pegiat Sabalad menggarap sekolah dan merombaknya sampai pada tahun 2016 membuat program Kelas Multikultural. Sebuah program belajar di level sekolah menengah dengan melibatkan peserta didik dari berbagai provinsi. Saat ini telah ada 67 siswa dari 11 provinsi.

Dari sanalah muncul pertanyaan, bagaimana hubungan Sabalad dan Kelas Multikultural ini dengan masyarakat setempat? Nah, kami jawab dengan dibuatkannya Kampung Nusantara. Mengingat angka kunjungan ke Kampung ini semakin neik, kami pun memanfaatkan peluang untuk melibatkan warga. Kami buat program dimana relawan dan wisatawan yang mau keliling-keliling di Pangandaran bisa menginap di rumah warga.

Bukan hanya itu, pengunjung juga bisa merasakan kehidupan warga yang setiap hari kami jalani. Jelas berbeda dengan di daerah lain apalagi di kota. Nah, kesederhanaan dan keapaadanyaan kita ini yang kita kemas di Kampung Nusantara.

Selain itu, pengunjung dapat berinteraksi dengan siswa dari berbagai macam provinsi. Misalnya saja, hari ini ada yang kepengen belejar bahasa Papua, nah tinggal berinteraksi dengan orang papua. Besoknya mau belajar bahasa Kalimantan, ya tinggal ngobrol dengan orang Kalimantan asli. Dan seterusnya.

Karena itu, dengan segala macam kepolosan dan kebahagiaan kami menerima perbedaan, kami membuat program ini. Terpenting adalah, anugerah yang telah Tuhan berikan ingin kami bagikan. Tentu saja, keragaman yang telah kita sama-sama dapatkan akan menjadi alasan kenapa kita harus bertoleransi, berdamai dan bersatu. Tanpa konflik dan peperangan.

Itulah mimpi kecil nan indah yang sedang kami wujudkan. Gabung yuk? 😉